الخطبة الأولى
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ
أَكْبَرُ . اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ .
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ
أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلًا , لَاۤإِلٰهَ
إِلَّا اللّٰهُ
وَاللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ
أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ .
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا تَوَالَتْ عَلَيْنَا النِّعَمَ
وَالْخَيْرَاتِ , اَللّٰهُ
أَكْبَرُ كُلَّمَا أَحْرَمَ الحُجَّاجُ مِنَ الْمِيْقَاتِ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا
رَفَعُوا الْأَصْوَاتَ بِأَلْوَانِ التَّلْبِيَّاتِ , مُكَبِّرِيْنَ مُهَلِّلِيْنَ
رَبَّ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ , فَطُوْبَى لِمَنْ تَعَرَّضَ لِنَفَحَاتِ
أَيَّامِهِ الْعَشْرِ الزَّاكِيَّاتِ , وَتَزَوَّدَ لِعَامِهِ بِصَوْمِ يَوْمِ
عَرَفَاتَ , وَخَتَمَ مِنْهَا يَوْمَ النَّحْرِ بِالتَّقَرُّبِ بِالْهَدَايَا
وَالْأُضْحِيَّاتَ .
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ تَنَزَّهَ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالنَّظِيْرِ , فَقَالَ عَزَّ
وَجَلَّ : ﴿لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ﴾،
أَشْهَدُ
أَنْ لَاۤ إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ البَشِيْرُ وَالنَّذِيْرُ, اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
السِّرَاجِ الْمُنِيْرِ , وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَلَكُوا طُرُقَ
الْإِعْتِدَالِ وَالتَّيْسِيْرِ , وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ وَالْمَصِيْرِ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ , اِتَّقُوْا اللّٰهَ تَعَالٰى حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin wal hadirat Jama’ah Sholat Idul Adha
Rahimakumullah
Marilah kita bersama-sama meningkat ketakwaan kepada
Allah dengan menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi
larangan-larangan-Nya, karena hanya dengan ketakwaanlah kita semua akan
mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi dan abadi di dunia ini sampai
kelak di Akhirat nanti.
Allah . berfirman :
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ [النبأ : 31]
“Sesungguhnya
bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga)”,
Dalam ayat lain disebutkan :
وَاتَّقُوا اللّٰهَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ࣖ [آل عمران: 200]
“Bertakwalah kepada Allah agar
kamu beruntung”.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Ketahuilah, bahwa hari ini adalah hari yang diagungkan
dan dimuliakan dalam syariat agama kita yaitu hari raya Idul Adha atau juga
disebut dengan Idul Akbar, karena pada hari ini Allah memerintahkan kita untuk
mengagungkan syi’ar-syiar agama-Nya dengan melaksanakan sholat hari raya,
mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, tahlil. Dan yang paling utama adalah
melaksanakan ibadah Qurban.
Para ulama’ mengatakan :
التَّكْبِيْرُ شِعَارُ الْعِيْدِ
وَالتَّلْبِيَةُ شِعَارُ المُحْرِمِ
“Bacaan Takbir adalah syiar hari raya sedangkan
bacaan talbiyah adalah syiar orang yang sedang melaksanakan ihram”.
Adapun keberadaan ibadah qurban sebagai salah satu
syiar agama islam, Allah langsung yang menegaskannya di dalam Al-Qur’an :
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ
شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ... الآية [الحج : 36]
Yang artinya : “Unta-unta itu Kami jadikan untukmu
sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya.”
Dan Allah menjadikan
pengagungan terhadap syiar-syiar agama tersebut sebagai perlambang ketaqwaan bagi
mereka yang mau melaksanakannya.
Allah . berfirman :
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ
اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
[الحج
: 32]
“Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang
mengagungkan syiar-syiar Allah sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan
hati”.
Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah,
maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketaqwaan hati.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Pada hari ini saudara-saudara kita yang mampu dari
seluruh penjuru dunia dari bermacam-macam suku bangsa dan bahasa, dari bebagai
macam budaya, status sosial dan warna kulit semuanya berkumpul dalam satu
tempat, menghadap dan mendatangi Ka’bah yang satu, dan menyembah tuhan yang
satu yaitu Allah . mereka telah mampu meninggalkan
dan menanggalkan perbedaan-perbedaan yang ada pada diri mereka masing-masing,
hanya kesamaan yang menjadikan mereka berkumpul dalam satu tempat yaitu : satu
keyakinan yang sama, satu ajaran agama yang sama, satu Qiblat yang sama,
sama-sama menjadi ummat Nabi yang sama, sama-sama menjadi pengikut ajaran kitab
yang sama, dan mereka berkumpul untuk satu tujuan yang sama yaitu melaksanakan
ibadah Haji.
Allah berfirman :
اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً
وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
[الأنبياء: 92]
“Sesungguhnya ini (agama tauhid)
adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku”.
Tentunya hikmah dibalik syariat ibadah Haji ini menjadi
pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa agama Islam adalah agama
yang menjunjung tinggi persatuan dan kekompakan, oleh karenanya boleh saja kita
berbeda dalam suku bangsa, bahasa, budaya, warna kulit dan status sosial atau
perbedaan-perbedaan yang lain, akan tetapi jangan sampai semua
perbedaan-perbedaan itu menjadikan kita bercerai-berai, saling berselisih atau
bahkan saling bermusuhan antara kita dengan saudara kita yang sebangsa apalagi
yang seagama dan sekeyakinan, cukuplah kesamaan-kesamaan diantara kita yang
menjadi perekat tali persatuan, persaudaraan, kerukunan dan kekompakan.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Sedangkan bagi kita yang tidak sedang melaksanakan
ibadah Haji, maka pada hari ini bagi kita yang memiliki kemampuan secara
finansial yaitu memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli binatang
Qurban setelah terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan selama empat
hari sejak hari raya Idul Adha sampai dengan habisnya hari Tasyriq sangat
dianjurkan untuk melaksanakan ibadah Qurba.
Dan anjuran ini sebenarnya merupakan ujian dari Allah . seberapa tingkat ketakwaan dan ketaatan kita kepada-Nya terkait
dengan ibadah menyembelih binatang Qurban ini, dan ujian ini sebenarnya jauh
lebih ringan dari pada ujian yang diberikan kepada junjungan kita Nabiyullah
Ibrahim ‘Alaihis salam agar menyembelih putera yang teramat disayanginya
yaitu Nabiyullah Isma’il ‘Alaihis salam, dan dengan tingkat ketakwaan
yang tinggi keduanya dapat menjalani ujian dengan baik, hingga pada akhirnya
Allah dengan rahmat-Nya berkenan menggantikan posisi Nabi Isma’il yang akan
disembelih dengan seekor kambing yang berasal dari surga.
Allah berfirman :
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ [الصافات
: 107]
“Kami
menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.”
Oleh karenanya Allah menegaskan bahwa dari pelaksanaan
ibadah ini yang sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaan dan ketaatan kita
bukan darah ataupun daging dari hewan yang kita sembelih.
Allah berfirman :
لَنْ
يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى
مِنْكُمْۗ [الحج : 37]
“Yang sampai kepada Allah bukan daging (hewan
qurban) dan darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Kalangan ulama’ fikih madzhab Syafi’i, telah menegaskan
:
(وَهِيَ ) أَيْ التَّضْحِيَةُ ( سُنَّةٌ
مُؤَكَّدَةٌ ) عَلَى الْكِفَايَةِ
“Hukum melaksanakan ibadah Qurban adalah sunnah
muakkadah kifayah.”
Dan kesunnahan Ibadah Qurban ini dilandaskan kepada
salah satu Sabda Nabi ﷺ :
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ
مِنْ عَمَلٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ تَعَالَى مِنْ إِرَاقَةِ الدَّمِ , إِنَّهَا
لَتَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا, وَإِنَّ الدَّمَ
لَيَقَعُ مِنَ اللّٰهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيْبُوا
بِهَا نَفْسًا. رواه الترمذي [سنن الترمذى - ج 5 / ص 444]
“Tiada
amalan manusia pada hari raya qurban yang lebih disukai oleh Allah dari pada
mengalirkan darah (berqurban) dan sesungguhnya di hari kiamat ia akan datang
lengkap dengan tanduk dan tracaknya (kukunya) dan sesungguhnya darah tersebut
akan jatuh di sisi Allah sebelum menetes jatuh ke bumi, maka berqurbanlah
dengan hati yang ikhlas.”
Dan diantara fadhilah atau keutamaan ibadah Qurban
dalam kitab Nuzhatul Majalis ditegaskan :
وَعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : [أَلاَ إِنَّ اْلأُضْحِيَّةَ هِيَ تُنْجِيْ صَاحِبَهَا مِنْ شَرِّ
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ] وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ فِيْ قَوْلِهِ
تَعَالَى : ﴿يَوْمَ نَحْشُرُ اْلمُتَّقِيْنَ إِلَى الرَّحْمٰنِ وَفْدَا﴾ أي
رُكْبَانًا عَلَى نَجَائِبِهِمْ , وَنَجَائِبُهُمْ ضَحَايَاهُمْ , وَعَنِ
النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ : عَظِّمُوا ضَحَايَاكُمْ فَإِنَّهَا
عَلَى الصِّرَاطِ مَطَايَاكُمْ . اهــ [نُزْهَةُ اْلمَجَالِسِ
وَمُنْتَخَبُ النَّفَائِسِ]
diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
bersabda : “Ingatlah, sesungguhnya Qurban itu dapat menyelamatkan pemiliknya
dari kejelekan dunia dan akhirat”. Sahabat Ali RA. berkata tentang firman
Allah yang artinya [di hari kami menggiring orang-orang yang bertaqwa menuju
Allah yang maha pengasih dengan berbondong-bondong] “maksudnya sambil
menaiki kendaraan mereka dan kendaraan mereka adalah qurban-qurban mereka”. Dan
diriwayatkan dari Nabi SAW. berkata : “carilah binatang yang besar untuk
qurban-qurban kalian karena sesungguhnya ia akan menjadi kendaraan kalian kelak
diatas jembatan”.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat Rahimakumullah
Dan secara filosofis ibadah Qurban lebih bersifat
kepedulian sosial untuk menunjukkan kasih sayang antar sesama tanpa melihat
status kaya atau miskin, oleh karenanya yang berhak menerima daging Qurban
bukan hanya fakir miskin, orang kaya juga berhak menerimanya.
Para ulama’ Fiqih menegaskan :
وَلَهُ إِطْعَامُ الأَغْنِيَاءِ [حاشية
البجرمي على فتح الوهاب]
“Bahwa dalam Qurban sunnah boleh orang yang berqurban memberi bagian
kepada orang-orang kaya.”
Tentunya hal ini semakin mempertegas bahwa ibadah
Qurban secara esensialnya diantara hikmahnya adalah mewujudkan adanya hubungan
baik, adanya rasa saling mengasihi dan mencintai antara kita dengan orang-orang
disekitar kita.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ ,
اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Hadirin wal hadirat jama’ah shalat idul adha
rahimakumullah
Oleh karena itulah, marilah jadikan momentum Idul Adha
kali ini sebagai spirit bagi kita untuk mengurai kembali jalinan benang kusut yang
terjadi di antara kita dan orang-orang di sekitar kita, merajut kasih sayang
bukan kebencian, membangun kerukunan bukan permusuhan, mengokohkan persatuan
bukan perpecahan.
Semoga hidayah dan pertolongan Allah . senantiasa menyertai kita semua sehingga menjadi hamba-hambanya
yang selamat di dunia sampai akhirat. Amin ya robbal
‘alamin.
أَعُوْذُ بِاللّٰهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَلِكُلِّ
اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ
مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ
اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ [الحج/34]
بَارَكَ اللّٰهُ
لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالْآيَاتِ الْحَكِيْمِ , إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ .
الخُطْبَةُ
الثَّانِيَةُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ .
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ
أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ .
اَللّٰهُ أَكْبَرُ .
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلًا , لَاۤإِلٰهَ
إِلَّا اللّٰهُ
وَاللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ
أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ .
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
مُعِيْدِ الْجَمْعِ وَالْأَعْيَادِ , وَمُبِيْدِ الْأُمَمِ وَالْأَجْنَادِ ,
وَجَامِعِ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ إِنَّهُ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
, وَ أَشْهَدُ أَنْ لَآ إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ , وَلَا
نِدَّ , وَلَا مُضَادَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الْمُفَضَّلُ عَلَى جَمِيْعِ الْعِبَادِ , اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِيْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ , وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ السَّادَةِ الْأَمْجَادِ , وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ التَّنَادِ , أَمَّا بَعْدُ :
فَيَآ أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ , اتَّقُوْا اللّٰهَ , اتَّقُوْااللّٰهَ تَعَالَى وَأَطِيْعُوْهُ ,
فَإِنَّ طَاعَتَهُ أَقْوَمُ وَأَقْوَى , وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ
التَّقْوَى , وَاحْذَرُوْا أَسْبَابَ سَخَطِ الْجَبَّارِ , فَإِنَّ أَجْسَامَكُمْ
عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى.
وَاعْلَمُوا
أَنَّ اللهَ يَقُوْلُ : اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا .
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ
رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ , وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ , الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ , اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ , وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ , وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ , وَاجْعَلْ هٰذَا
الْبَلَدَ آمِنًا , رَخَاءً , سَخَاءً , وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ , اَللّٰهُمَّ
نَوِّرْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ قُبُوْرَهُمْ , اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ
لِلْأَحْيَاءِ وَيَسِّرْ لَهُمْ أُمُوْرَهُمْ .
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ
عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ , وَسُوْءَ
الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ , عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً , وَعَنْ
سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً , بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .
عِبَادَ اللّٰهِ ... إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَان , وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى , وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ وَالطُّغْيَانِ , يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ , وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ , وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ , وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ , وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .