Featured blog image

Khutbah Idul Adha 2025 : Dibalik Syariat Haji dan Qurban

Tim Rijalul Ansor

Penulis

 

الخطبة الأولى

اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  .  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  .  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا , لَاۤإِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ .

اَللّٰهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا تَوَالَتْ عَلَيْنَا النِّعَمَ وَالْخَيْرَاتِ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا أَحْرَمَ الحُجَّاجُ مِنَ الْمِيْقَاتِ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا رَفَعُوا الْأَصْوَاتَ بِأَلْوَانِ التَّلْبِيَّاتِ , مُكَبِّرِيْنَ مُهَلِّلِيْنَ رَبَّ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ , فَطُوْبَى لِمَنْ تَعَرَّضَ لِنَفَحَاتِ أَيَّامِهِ الْعَشْرِ الزَّاكِيَّاتِ , وَتَزَوَّدَ لِعَامِهِ بِصَوْمِ يَوْمِ عَرَفَاتَ , وَخَتَمَ مِنْهَا يَوْمَ النَّحْرِ بِالتَّقَرُّبِ بِالْهَدَايَا وَالْأُضْحِيَّاتَ .

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ تَنَزَّهَ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالنَّظِيْرِ , فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ : ﴿لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ﴾،

أَشْهَدُ أَنْ لَاۤ إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ البَشِيْرُ وَالنَّذِيْرُ, اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ السِّرَاجِ الْمُنِيْرِ , وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَلَكُوا طُرُقَ الْإِعْتِدَالِ وَالتَّيْسِيْرِ , وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ وَالْمَصِيْرِ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ , اِتَّقُوْا اللّٰهَ تَعَالٰى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin wal hadirat Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah

 

Marilah kita bersama-sama meningkat ketakwaan kepada Allah  dengan menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena hanya dengan ketakwaanlah kita semua akan mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan haqiqi dan abadi di dunia ini sampai kelak di Akhirat nanti.

Allah . berfirman :

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ  [النبأ : 31]

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga)”,

Dalam ayat lain disebutkan :

 وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ࣖ [آل عمران: 200]

“Bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Ketahuilah, bahwa hari ini adalah hari yang diagungkan dan dimuliakan dalam syariat agama kita yaitu hari raya Idul Adha atau juga disebut dengan Idul Akbar, karena pada hari ini Allah memerintahkan kita untuk mengagungkan syi’ar-syiar agama-Nya dengan melaksanakan sholat hari raya, mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, tahlil. Dan yang paling utama adalah melaksanakan ibadah Qurban.

Para ulama’ mengatakan :

التَّكْبِيْرُ شِعَارُ الْعِيْدِ وَالتَّلْبِيَةُ شِعَارُ المُحْرِمِ

“Bacaan Takbir adalah syiar hari raya sedangkan bacaan talbiyah adalah syiar orang yang sedang melaksanakan ihram”.

Adapun keberadaan ibadah qurban sebagai salah satu syiar agama islam, Allah langsung yang menegaskannya di dalam Al-Qur’an :

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ... الآية [الحج : 36]

Yang artinya : “Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya.”

Dan Allah menjadikan pengagungan terhadap syiar-syiar agama tersebut sebagai perlambang ketaqwaan bagi mereka yang mau melaksanakannya.

Allah . berfirman :

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ  [الحج : 32]

“Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati”.

Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketaqwaan hati.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Pada hari ini saudara-saudara kita yang mampu dari seluruh penjuru dunia dari bermacam-macam suku bangsa dan bahasa, dari bebagai macam budaya, status sosial dan warna kulit semuanya berkumpul dalam satu tempat, menghadap dan mendatangi Ka’bah yang satu, dan menyembah tuhan yang satu yaitu Allah . mereka telah mampu meninggalkan dan menanggalkan perbedaan-perbedaan yang ada pada diri mereka masing-masing, hanya kesamaan yang menjadikan mereka berkumpul dalam satu tempat yaitu : satu keyakinan yang sama, satu ajaran agama yang sama, satu Qiblat yang sama, sama-sama menjadi ummat Nabi yang sama, sama-sama menjadi pengikut ajaran kitab yang sama, dan mereka berkumpul untuk satu tujuan yang sama yaitu melaksanakan ibadah Haji.

Allah berfirman :

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ   [الأنبياء: 92]

“Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku.

Tentunya hikmah dibalik syariat ibadah Haji ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi persatuan dan kekompakan, oleh karenanya boleh saja kita berbeda dalam suku bangsa, bahasa, budaya, warna kulit dan status sosial atau perbedaan-perbedaan yang lain, akan tetapi jangan sampai semua perbedaan-perbedaan itu menjadikan kita bercerai-berai, saling berselisih atau bahkan saling bermusuhan antara kita dengan saudara kita yang sebangsa apalagi yang seagama dan sekeyakinan, cukuplah kesamaan-kesamaan diantara kita yang menjadi perekat tali persatuan, persaudaraan, kerukunan dan kekompakan.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Sedangkan bagi kita yang tidak sedang melaksanakan ibadah Haji, maka pada hari ini bagi kita yang memiliki kemampuan secara finansial yaitu memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli binatang Qurban setelah terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan selama empat hari sejak hari raya Idul Adha sampai dengan habisnya hari Tasyriq sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah Qurba.

Dan anjuran ini sebenarnya merupakan ujian dari Allah . seberapa tingkat ketakwaan dan ketaatan kita kepada-Nya terkait dengan ibadah menyembelih binatang Qurban ini, dan ujian ini sebenarnya jauh lebih ringan dari pada ujian yang diberikan kepada junjungan kita Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihis salam agar menyembelih putera yang teramat disayanginya yaitu Nabiyullah Isma’il ‘Alaihis salam, dan dengan tingkat ketakwaan yang tinggi keduanya dapat menjalani ujian dengan baik, hingga pada akhirnya Allah dengan rahmat-Nya berkenan menggantikan posisi Nabi Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang berasal dari surga.

Allah berfirman :

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ [الصافات : 107]

Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.”

Oleh karenanya Allah menegaskan bahwa dari pelaksanaan ibadah ini yang sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaan dan ketaatan kita bukan darah ataupun daging dari hewan yang kita sembelih.

Allah berfirman :

 لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ [الحج : 37]

“Yang sampai kepada Allah bukan daging (hewan qurban) dan darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Kalangan ulama’ fikih madzhab Syafi’i, telah menegaskan :

(وَهِيَ ) أَيْ التَّضْحِيَةُ ( سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ ) عَلَى الْكِفَايَةِ

“Hukum melaksanakan ibadah Qurban adalah sunnah muakkadah kifayah.”

Dan kesunnahan Ibadah Qurban ini dilandaskan kepada salah satu Sabda Nabi :

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ مِنْ عَمَلٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ تَعَالَى مِنْ إِرَاقَةِ الدَّمِ , إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا, وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللّٰهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا. رواه الترمذي [سنن الترمذى - ج 5 / ص 444]

Tiada amalan manusia pada hari raya qurban yang lebih disukai oleh Allah dari pada mengalirkan darah (berqurban) dan sesungguhnya di hari kiamat ia akan datang lengkap dengan tanduk dan tracaknya (kukunya) dan sesungguhnya darah tersebut akan jatuh di sisi Allah sebelum menetes jatuh ke bumi, maka berqurbanlah dengan hati yang ikhlas.”

Dan diantara fadhilah atau keutamaan ibadah Qurban dalam kitab Nuzhatul Majalis ditegaskan :

وَعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : [أَلاَ إِنَّ اْلأُضْحِيَّةَ هِيَ تُنْجِيْ صَاحِبَهَا مِنْ شَرِّ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ] وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿يَوْمَ نَحْشُرُ اْلمُتَّقِيْنَ إِلَى الرَّحْمٰنِ وَفْدَا﴾ أي رُكْبَانًا عَلَى نَجَائِبِهِمْ , وَنَجَائِبُهُمْ ضَحَايَاهُمْ , وَعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ : عَظِّمُوا ضَحَايَاكُمْ فَإِنَّهَا عَلَى الصِّرَاطِ مَطَايَاكُمْ . اهــ [نُزْهَةُ اْلمَجَالِسِ وَمُنْتَخَبُ النَّفَائِسِ]

diriwayatkan dari Nabi . bersabda : “Ingatlah, sesungguhnya Qurban itu dapat menyelamatkan pemiliknya dari kejelekan dunia dan akhirat”. Sahabat Ali RA. berkata tentang firman Allah yang artinya [di hari kami menggiring orang-orang yang bertaqwa menuju Allah yang maha pengasih dengan berbondong-bondong] “maksudnya sambil menaiki kendaraan mereka dan kendaraan mereka adalah qurban-qurban mereka”. Dan diriwayatkan dari Nabi SAW. berkata : “carilah binatang yang besar untuk qurban-qurban kalian karena sesungguhnya ia akan menjadi kendaraan kalian kelak diatas jembatan”.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat Rahimakumullah

Dan secara filosofis ibadah Qurban lebih bersifat kepedulian sosial untuk menunjukkan kasih sayang antar sesama tanpa melihat status kaya atau miskin, oleh karenanya yang berhak menerima daging Qurban bukan hanya fakir miskin, orang kaya juga berhak menerimanya.

Para ulama’ Fiqih menegaskan :

وَلَهُ إِطْعَامُ الأَغْنِيَاءِ [حاشية البجرمي على فتح الوهاب]

Bahwa dalam Qurban sunnah boleh orang yang berqurban memberi bagian kepada orang-orang kaya.”

Tentunya hal ini semakin mempertegas bahwa ibadah Qurban secara esensialnya diantara hikmahnya adalah mewujudkan adanya hubungan baik, adanya rasa saling mengasihi dan mencintai antara kita dengan orang-orang disekitar kita.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ , وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirin wal hadirat jama’ah shalat idul adha rahimakumullah

Oleh karena itulah, marilah jadikan momentum Idul Adha kali ini sebagai spirit bagi kita untuk mengurai kembali jalinan benang kusut yang terjadi di antara kita dan orang-orang di sekitar kita, merajut kasih sayang bukan kebencian, membangun kerukunan bukan permusuhan, mengokohkan persatuan bukan perpecahan.

Semoga hidayah dan pertolongan Allah . senantiasa menyertai kita semua sehingga menjadi hamba-hambanya yang selamat di dunia sampai akhirat. Amin ya robbal ‘alamin.

 

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ  [الحج/34]

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالْآيَاتِ الْحَكِيْمِ , إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .

الخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ

اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  .  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  اَللّٰهُ أَكْبَرُ  .  اَللّٰهُ أَكْبَرُ .

اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا , لَاۤإِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ , اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ .

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ مُعِيْدِ الْجَمْعِ وَالْأَعْيَادِ , وَمُبِيْدِ الْأُمَمِ وَالْأَجْنَادِ , وَجَامِعِ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ إِنَّهُ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ , وَ أَشْهَدُ أَنْ لَآ إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ , وَلَا نِدَّ , وَلَا مُضَادَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُفَضَّلُ عَلَى جَمِيْعِ الْعِبَادِ , اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِيْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ , وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّادَةِ الْأَمْجَادِ , وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ التَّنَادِ , أَمَّا بَعْدُ :

فَيَآ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , اتَّقُوْا اللّٰهَ , اتَّقُوْااللّٰهَ تَعَالَى وَأَطِيْعُوْهُ , فَإِنَّ طَاعَتَهُ أَقْوَمُ وَأَقْوَى , وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى , وَاحْذَرُوْا أَسْبَابَ سَخَطِ الْجَبَّارِ , فَإِنَّ أَجْسَامَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى.  

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَقُوْلُ : اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .

 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ , وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ , الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ , اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ , وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ , وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ , وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا , رَخَاءً , سَخَاءً , وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ , اَللّٰهُمَّ نَوِّرْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ قُبُوْرَهُمْ , اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْأَحْيَاءِ وَيَسِّرْ لَهُمْ أُمُوْرَهُمْ .

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ , وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ , عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً , وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً , بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .

عِبَادَ اللّٰهِ ... إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَان , وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى  , وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ وَالطُّغْيَانِ , يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ , وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ , وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ , وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ , وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .